Rasulullahs.a.w bersabda: Sesungguhnya agama ini mudah, tidaklah seseorang berlebih-lebihan dalam menjalankan agama kecuali ia akan keberatan sendiri. Tepatilah kebenaran atau apa-apa yang mendekatinya, berilah khabar gembira, dan pergunakanlah waktu pagi, waktu petang dan malam hari untuk memudahkan perjalananmu.
Download audio السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang ke-60 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang ke Dalam Neraka Bagian Pertama.” Dosa yang dilakukan oleh seorang muslim, apabila Allah Subhānahu wa Ta’āla tidak mengampuninya akan menjadi sebab seseorang terjatuh ke dalam neraka. Di antara dosa tersebut adalah ▪Dosa Bid’ah Rasulullah shallallāhu alayhi wa sallam bersabda, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ “Dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan. Dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan di dalam neraka. ” Hadits Shahih Riwayat Nasa’i Bid’ah inilah yang sebenarnya telah memecah-belah umat Islam. Umat yang dahulunya bersatu, satu di atas Al Quran dan Al Hadits dengan satu pemahaman, yaitu pemahaman para sahabat Nabi shallallāhu alayhi wa sallam generasi terbaik umat Islam, menjadi berbagai aliran yang banyak. Golongan yang selamat adalah golongan yang tetap berpegang dengan Islam yang murni yang dipahami oleh para sahabat Radhiyallāhu anhum. Rasulullah shallallāhu alayhi wa sallam bersabda وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِى عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِى النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِى “Dan akan berpecah-belah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan. Mereka berkata, Siapakah golongan tersebut ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, Golongan yang berada di atas jalanku dan jalan para sahabatku’.” Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi. Ucapan Beliau shallallāhu alayhi wa sallam “ummati” yaitu umatku, menunjukkan bahwasanya aliran-aliran tersebut tidaklah kafir dengan bid’ah yang mereka lakukan. Dan ucapan beliau shallallāhu alayhi wa sallam semuanya masuk neraka, menunjukkan bahwasanya bid’ah yang mereka lakukan adalah dosa besar yang menyebabkan masuk neraka. Kalau Allah menghendaki, maka Allah mengampuni tanpa diadzab dan kalau Allah menghendaki maka Allah akan mengadzab di neraka sampai waktu yang Allah kehendaki. Seorang muslim hendaknya menjauhi aliran-aliran sesat tersebut yang di antara ciri-cirinya ➙Mereka tidak kembali kepada pemahaman para sahabat di dalam memahami Al Quran dan Al Hadits. ➙Tidak memiliki perhatian yang besar terhadap aqidah dan tauhid. ➙Mendahulukan akal di atas dalil. ➙Bersembunyi-sembunyi di dalam beragama. ➙Dan ada di antara mereka yang memiliki bai’at khusus kepada pemimpin aliran, Dan diantara cirinya √ Mencela dan membicarakan kejelekan penguasa. √ Tidak berhati-hati di dalam berdalil dengan hadits-hadits Rasulullah shallallāhu alayhi wa sallam. √ Mencukupkan diri dengan Al Quran tanpa hadits di dalam berdalil. √ Dan diantara cirinya mereka mudah mengkafirkan orang yang tidak sependapat dengan mereka. Hendaknya seorang muslim meninggalkan bid’ah meskipun dianggap baik atau hasanah oleh sebagian manusia. Meninggalkan aliran-aliran sesat tersebut dan jangan tertipu dengan pakaian atau banyaknya jumlah mereka. Karena kebenaran tidak diukur dengan perkara-perkara tersebut, tapi diukur dengan kesesuaiannya dengan Al Quran dan Al Hadits. Menasehati para pengikut aliran sesuai dengan kemampuan supaya kembali kepada kebenaran dengan cara yang hikmah, merupakan bentuk rasa cinta kita kepada saudara se-Islam dan upaya menyatukan umat di atas kebenaran serta menyelamatkan mereka dari ancaman neraka. Dan perlu diketahui bahwasanya meninggalkan aliran-aliran tersebut juga bukan berarti seseorang hidup jauh dari agama, menjauhi ilmu dan para ulama kemudian mengikuti syahwat dan hawa nafsunya. Karena seorang muslim di dunia ini dituntut untuk menjauhi fitnah syubhat kerancuan berpikir dan menjauhi fitnah syahwat. Semoga Allah Subhānahu wa Ta’āla memberikan hidayah kepada kita semua. Itulah halaqah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Abdullah Roy, Di kota Al-Madinah Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy.
Halaqahyang ke-37 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang "Datangnya Allāh Subhānahu wa Ta'āla Untuk Memberi Keputusan". Setelah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam diizinkan untuk melakukan syafa'at dan diterima syafa'atnya oleh Allāh, maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan datang untuk memberi keputusan bagi penduduk
Halaqah yang Pertama dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah Makna dan Dalil Beriman Kepada Hari Akhir بسم الله الرحمن الرحيم ,السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه , الحمد لله والصلاة والسلام على رسول اللهHari akhir, dinamakan demikian, karena tidak ada hari setelahnya. Tidak ada hari yang kita kenal yang diawali dengan terbitnya matahari dan diakhiri dengan tenggelamnya. Makna beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan segala hal yang berkaitan dengan hari akhir tersebut, mulai dari kematian, fitnah kubur, nikmat dan siksa kubur, tanda-tanda hari kiamat, kebangkitan manusia, dikumpulkannya manusia, perhitungan dan penimbangan amal dan seterusnya sampai masuknya manusia ke dalam surga dan kepada hari akhir termasuk rukun iman yang tidak sah iman seseorang bila tidak beriman dengannya. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman dalam وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓٮِٕكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَـٰلاَۢ بَعِيدًا"Dan barang siapa yang kufur kepada Alloh, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rosul-rosul-Nya dan hari akhir, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh" Surat An-Nisa 136Rasulullah ﷺ bersabda ketika ditanya tentang apa itu iman,أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِEngkau beriman kepada Alloh, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rosul-rosul-Nya dan hari akhir, dan engkau beriman dengan takdir yang baik dan yang buruk HR. Muslim.Tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, kecuali Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَىAllah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman dalam يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرۡسَٮٰهَاۖ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ رَبِّىۖ لَا يُجَلِّيہَا لِوَقۡتِہَآ إِلَّا هُوَۚ"Mereka bertanya kepadamu tentang hari kiamat kapan terjadinya, katakanlah sesungguhnya ilmunya di sisi Rob-ku. Tidak mengetahui waktunya, kecuali Dia" Surat Al-A'raf 187Malaikat Jibril عليه السلام pernah menjelma menjadi seorang laki-laki dan datang kepada Rasulullah ﷺ dan bertanya tentang kapan hari kiamat terjadi. Maka beliau ﷺ menjawabمَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِTidaklah yang ditanya lebih mengetahui dari pada yang bertanya HR. MuslimApabila Malaikat Jibril yang paling dekat dengan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan Rasulullah ﷺ Nabi yang paling dekat dengan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, maka bagaimana selain keduanya bisa lebih penting dari itu bagi seorang hamba yang berakal adalah mempersiapkan bekal yang cukup untuk menghadapi hari Abdullah RoyKota Al-Madinah
Semuaini tidak dibenarkan dalam Islam, karena dukun-dukun tersebut tidak beriman kepada Allah; mereka adalah pendusta dan pembohong yang mengaku mengetahui hal-hal ghaib, dan kemudian menipu manusia. di Masjid Jami ‘ al-Gharbi terdapat sekitar 20 halaqah Ahlu Ra ‘yu. Tetapi ketika hari Jumat tiba, yang tersisa hanya 2 atau 3 halaqah
Abdul Rohman WhatApps +62896-3338-0036 Email mail
Rasulullahshollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak Allah yang harus ditunaikan hamba yaitu mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun..” (riwayat Bukhori dan Muslim). Menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya artinya mentauhidkan Alloh dalam beribadah. Tidak boleh menyekutukan Allah dengan sesuatu
KategoriKategori
SilsilahIlmiyyah Pembahasan Kita. Episode ini menjelaskan tentang pengertian beriman kepada para rasul, perbedaan nabi dan rasul, dan cara berima. SI.07 Beriman Kepada Kitab-kita. HSI. Ziarah Madina. Materi yang berisi tentang Beriman kepada Malaikat, mulai dari Halaqah 1 sd 25, insyaa Allah. HSI 05 Beriman Kepada Hari Akhir b.
LinkDownload Ebook Materi HSI. Ebook HSI 1 : Silsilah Belajar Tauhid. Ebook HSI 2 : Silsilah Mengenal Alloh. Ebook HSI 3 : Silsilah Mengenal Rasul (belum dibuat) Ebook HSI 4 : Silsilah Mengenal Agama Islam (belum dibuat) Ebook HSI 5 : Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir. Ebook HSI 6 : Silsilah Beriman Kepada Malaikat (belum dibuat)
. 150 242 467 239 454 5 33 159
halaqah 60 beriman kepada hari akhir