DaftarHanya Ikan Mati Yg Mengikuti Arus - Berikut ini, kami dari KumpulanVideoKreasiSateSosis, memiliki informasi terkait Judul : TERBAWA ARUS "Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita JANGAN HANYUT DIBAWA ARUS." (Ibrani 2:1) "sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang DIOMBANG-AMBINGKAN Only Dead Fish Go With The Flow "Jika angin adalah takdir Kapal adalah kehidupan Maka jadikanlah diri kita sebagai nahkoda yang bijaksana." -Arsy Kalimat di atas memiliki makna yang sama dengan judul postingan ini, hanya saja diungkapkan dengan perpaduan kata yang berbeda. Lalu, ada yang taukah apa maknanya ? Only dead fish go with the flow Jika diindonesiakan, ungkapan itu memiliki arti "HANYA IKAN MATI YANG PERGI MENGIKUTI ARUS." Itu adalah sebuah pengingat, jika di dalam kehidupan jangan jadikan diri kita sebagai ikan tak bernyawa. Manusia diberikan akal oleh Tuhan untuk digunakan dalam menentukan dan memilih kemana dia melangkah. Hidup itu penuh perjuangan, bukan hanya kepasrahan. Orang yang selalu menyerah, dan berfikiran sempit seperti "percuma saja usaha toh Tuhan sudah menggariskan takdir untuk kita". LET IT FLOW BRO... Mereka yang seperti itulah yang dimaksud ikan mati. Jika gagal, mereka akan membiarkannya berlalu tanpa berfikir untuk bangkit memperbaikinya. Kehidupan mereka mengalir saja tidak peduli arah tujuannya. Karena pada dasarnya mereka takut untuk memulai, tidak memiliki tujuan dan terlebih tidak memiliki pendirian. Ikan Salmon Padahal kita tau, ikan-ikan yang bertahan hidup adalah ikan yang berani berenang melawan arus. Sedangkan yang mengikuti arus, hanyalah ikan ikan yang sudah mati dan tinggallah sebuah raga yang terapung-apung.
HanyaIkan Mati yang Berenang mengikuti Arus 00.36 | Diposting oleh green90 | Edit Entri Pernah mendengar kata-kata : "Ya, Saya sih tidak muluk-muluk dalam hidup ini, tidak usah pasang cita-cita tinggi.
– Pernahkah Anda melihat ikan-ikan kecil di aliran air di selokan atau sungai? Adakah mereka hanyut mengikuti arus? Ikan-ikan itu berenang kesana kemari tanpa peduli kemana arus air mengalir. Hanya ikan mati yang selalu ikut dalam sebuah film dokumenter karya Harun Yahya dijelaskan betapa heroiknya ikan salmon ketika mencari lokasi kolam di mana mereka pertama kali menetas. Ikan salmon harus mengarungi ribuan kilometer lautan untuk bisa kembali. Kawanan salmon menyeberangi selat dan masuk ke sungai. Tak hanya itu, mereka harus berenang melawan arus sungai hingga sampai di hulu. Di sanalah mereka kemudian beranak gambaran betapa ikan tidak mudah hanyut mengikuti arus air. Hanya ikan mati yang selalu ikut arus. Sebagai makhluk yang paling mulia, manusia harus mengambil hikmah dari ikan. Kita tak boleh mudah hanyut dengan arus kehidupan. Tidak gampang ikut-ikutan derasnya kemajuan tidak layak menyalahkan lingkungan yang rusak. Kita tidak pantas terus-menerus menuding kesalahan pada masyarakat luas. Sebab masing-masing pribadi punya tanggung jawab terhadap apa yang akan dan telah diperbuat. Banyak teladan yang telah memberi teladan bagi Nabi Ibrahim as. Kebanyakan masyarakat pada zamannya menyembah patung. Bahkan sang ayah pembuat berhala. Namun Ibrahim muda memutar otak apakah pantas patung bisa memberi manfaat atau mudharat bagi manusia. Bahkan saat dipukul pakai kapak, berhala-berhala itu tak kita ada yang beralasan dan berapologi Ibrahim as seorang nabi yang terjaga dari kesalahan, kita bisa ambil contoh lainnya. Sebut saja Ashabul Kahfi. Tujuh pemuda ini tidak mau hanyut di tengah kerusakan moral kaumnya. Mereka harus hijrah dan beristirahat di sebuah gua. Takdir Allah berlaku bagi mereka. Selama 309 tahun mereka tertidur di gua. Setelah bangun, mereka mendapati sudah terjadi perubahan total di masyarakatnya. Kaum mereka tunduk pada agama bisa mengambil teladan dari Hasan Al Banna. Tokoh pembaharu dakwah Islam di Mesir ini mendapati tempat shalat yang sangat tak layak di kampusnya dulu. Tokoh yang lahir pada 1908 ini terkejut dengan kodisi musala yang berada di bawah tanah dan kondisi yang tak petugas kebersihan mengakui inilah keadaan yang sesungguhnya di kampus. Pihak perguruan tinggi tidak memberi ruang yang layak. Para dosen dan mahasiswa tak begitu peduli. Artinya jarang ada yang salat di musala. Bisa dikatakan tak ada yang salat berjemaah di kampus. Atau bahkan jarang yang Al Banna mengajak beberapa rekan untuk salat di musala. Tak banyak yang merespon ajakannya. Ada yang pesimistis bahkan ada yang mencibir. Namun Hasan Al Banna semakin bulat tekadnya. Ia mengumandangkan azan di lapangan. Tentu saja ini mengejutkan para mahasiswa dan dosen. Terjadilah pro dan Hasan Al Banna bergeming. Satu demi satu civitas akedemika mendatangi lapangan untuk salat berjemaah. Kian hari makin makin ramai. Akhirnya pihak kampus setuju membangun masjid di ikan selalu berenang kesana kemari tak peduli kemana arusnya. Mereka bergerak atas ilham dari Allah. Demikian jiwa dan raga yang hidup. Mereka selalu bergerak tanpa peduli arus utama di masyarakat. Kisah-kisah di atas membuktikan satu hal hanya ikan mati selalu yang ikut arus.
Hanya ikan mati yang mengikuti arus sungai." (Anonim) Pepatah ini sama sekali tidak mengatakan bahwa ikan akan selalu melawan aliran sungai. Namun, ikan yang hanya mengikuti ke mana pun arus sungai membawanya adalah ikan yang mati. Berbicara mengenai ikan yang melawan arus, kita dapat melihat contoh inspiratif dari ikan salmon.

– Pernahkah Anda melihat ikan-ikan kecil di aliran air di selokan atau sungai? Adakah mereka hanyut mengikuti arus? Ikan-ikan itu berenang kesana kemari tanpa peduli kemana arus air mengalir. Hanya ikan mati yang selalu ikut arus. Bahkan dalam sebuah film dokumenter karya Harun Yahya dijelaskan betapa heroiknya ikan salmon ketika mencari lokasi kolam di mana mereka pertama kali menetas. Ikan salmon harus mengarungi ribuan kilometer lautan untuk bisa kembali. Kawanan salmon menyeberangi selat dan masuk ke sungai. Tak hanya itu, mereka harus berenang melawan arus sungai hingga sampai di hulu. Di sanalah mereka kemudian beranak pinak. Ini gambaran betapa ikan tidak mudah hanyut mengikuti arus air. Hanya ikan mati yang selalu ikut arus. Sebagai makhluk yang paling mulia, manusia harus mengambil hikmah dari ikan. Kita tak boleh mudah hanyut dengan arus kehidupan. Tidak gampang ikut-ikutan derasnya kemajuan zaman. Kita tidak layak menyalahkan lingkungan yang rusak. Kita tidak pantas terus-menerus menuding kesalahan pada masyarakat luas. Sebab masing-masing pribadi punya tanggung jawab terhadap apa yang akan dan telah diperbuat. Banyak teladan yang telah memberi teladan bagi kita. Misalnya Nabi Ibrahim as. Kebanyakan masyarakat pada zamannya menyembah patung. Bahkan sang ayah pembuat berhala. Namun Ibrahim muda memutar otak apakah pantas patung bisa memberi manfaat atau mudharat bagi manusia. Bahkan saat dipukul pakai kapak, berhala-berhala itu tak berkutik. Jika kita ada yang beralasan dan berapologi Ibrahim as seorang nabi yang terjaga dari kesalahan, kita bisa ambil contoh lainnya. Sebut saja Ashabul Kahfi. Tujuh pemuda ini tidak mau hanyut di tengah kerusakan moral kaumnya. Mereka harus hijrah dan beristirahat di sebuah gua. Takdir Allah berlaku bagi mereka. Selama 309 tahun mereka tertidur di gua. Setelah bangun, mereka mendapati sudah terjadi perubahan total di masyarakatnya. Kaum mereka tunduk pada agama tauhid. Kita bisa mengambil teladan dari Hasan Al Banna. Tokoh pembaharu dakwah Islam di Mesir ini mendapati tempat shalat yang sangat tak layak di kampusnya dulu. Tokoh yang lahir pada 1908 ini terkejut dengan kodisi musala yang berada di bawah tanah dan kondisi yang tak layak. Seorang petugas kebersihan mengakui inilah keadaan yang sesungguhnya di kampus. Pihak perguruan tinggi tidak memberi ruang yang layak. Para dosen dan mahasiswa tak begitu peduli. Artinya jarang ada yang salat di musala. Bisa dikatakan tak ada yang salat berjemaah di kampus. Atau bahkan jarang yang salat. Hasan Al Banna mengajak beberapa rekan untuk salat di musala. Tak banyak yang merespon ajakannya. Ada yang pesimistis bahkan ada yang mencibir. Namun Hasan Al Banna semakin bulat tekadnya. Ia mengumandangkan azan di lapangan. Tentu saja ini mengejutkan para mahasiswa dan dosen. Terjadilah pro dan kontra. Namun Hasan Al Banna bergeming. Satu demi satu civitas akedemika mendatangi lapangan untuk salat berjemaah. Kian hari makin makin ramai. Akhirnya pihak kampus setuju membangun masjid di kampus. Maka ikan selalu berenang kesana kemari tak peduli kemana arusnya. Mereka bergerak atas ilham dari Allah. Demikian jiwa dan raga yang hidup. Mereka selalu bergerak tanpa peduli arus utama di masyarakat. Kisah-kisah di atas membuktikan satu hal hanya ikan mati selalu yang ikut arus.

Terimakasihtelah menonton video iniJgn lupa tinggalkan komentarMohon dkungan untuk channel baru ini, dg cara klik tombol subscribe, gratis tidak ada biaya.F

TIMIKA - PT Freeport Indonesia membantah pihaknya menjadi penyebab terjadinya kematian massal ikan di sejumlah sungai. PT Freeport Indonesia menegaskan bahwa kematian massal ikan di sejumlah sungai ujung tanggul barat pengendapan tailing hingga kawasan Cargo Dok Pelabuhan Amamapare belum lama ini sebagai akibat fenomena alam, bukan karena limbah tailing perusahaan itu."Yang jelas itu fenomena alam. Setiap tahun terjadi hal seperti itu. Hanya saja kebetulan kali ini lokasi ikan yang mati itu dekat dengan area pengendapan tailing," kata Eksekutif Vise President PT Freeport bidang Sustainable Development Sonny ES Prasetyo di Timika, Senin 18/4/2016.Sonny mengatakan terkait kasus tersebut Pemkab Mimika sedang berupaya mencari data yang akurat melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel ikan yang ditemukan mati. "Kita tunggu saja hasilnya. Tapi yang jelas ini karena faktor alamiah. Ikan yang mati itu merupakan ikan migran mengikuti arus dan ketersediaan plankton makanan sehingga masuk ke perairan yang lebih dangkal. Ikan-ikan yang mati itu bukan ikan lokal," kajian yang dilakukan Departemen Lingkungan Hidup PT Freeport, katanya, jutaan ikan yang mati tersebut merupakan jenis ikan tersebut bermigrasi dari laut dalam mengikuti arus. Populasi ikan sarden tersebut biasanya hidup di laut dengan kedalaman sekitar 100 meter di bawah permukaan Jumat 15/4/2016, Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang bersama sejumlah anggota DPRD setempat melakukan inspeksi mendadak ke kawasan pengendapan tailing Freeport di Tanggul Barat yang menjadi lokasi ditemukannya jutaan ikan yang mati kegiatan sidak tersebut, tim Pemkab Mimika dan Departemen Lingkungan Hidup PT Freeport mengambil sejumlah sampel ikan yang mati untuk selanjutnya diteliti di Bassang mengatakan dugaan sementara kematian massal ikan tersebut karena bermigrasi dari laut dalam ke perairan dangkal."Kami masih menunggu hasil uji laboratoriumnya seperti apa. Sampel ikan dan air sungai dari lokasi itu sudah diambil untuk diteliti," kata meminta Freeport jangan menutup-nutupi soal berbagai kandungan kimiawi pasir sisa tambang alias tailing yang bisa membahayakan kesehatan masyarakat setempat."Kalau memang ikan-ikan ini mati akibat limbah Freeport, perusahaan harus terbuka kepada masyarakat, jangan tutup-tutupi," tegas Wakil Ketua I Lemasko Georgorius Okoare menuntut PT Freeport bertanggung jawab atas kematian massal berbagai jenis ikan dan biota sungai lainnya di sungai-sungai sepanjang ujung tanggul barat hingga Cargo Dok Pelabuhan Amamapare, Kabupaten Mimika."Kami merasa bahwa Freeport sedang berupaya membunuh masyarakat Suku Kamoro yang ada di sekitar area konsesinya. Ini ada apa? Masa' di sungai-sungai lain di wilayah barat dan timur Mimika tidak ada ikan-ikan yang mengapung dan mati, tapi hanya terjadi di sungai-sungai ujung area pengendapan tailing Freeport," kata menduga kematian jutaan ekor ikan ini akibat limbah beracun."Mungkin mereka membuang mercuri ke sungai. Kami secara tegas menolak opini yang menyatakan bahwa ini ada kaitannya dengan perubahan iklim dan kehabisan plankton. Pertanyaannya, mengapa di sungai-sungai lain tidak ada kejadian seperti ini," tutur Georgorius. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini Freeport Sumber Antara Editor Saeno Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam

HanyaIkan Mati yang Berenang mengikuti Arus. June 2, 2008 antonhuang 1 Comment. Pernah mendengar kata-kata : "Ya, Saya sih tidak muluk-muluk dalam hidup ini, tidak usah pasang cita-cita tinggi. Hidup mengikuti arus saja.". Nah, kl ngomong hidup mengikuti arus saja, coba kita tengok ikan-ikan yang ada di dalam air sungai, ikan yang manakah

Pernah mendengar judul diatas yang sering digunakan sebagai gambaran motivasi seseorang kepada orang lain untuk menjadikannya hidup lebih baik lagi. Kata-kata ini saya baca di salah satu buku karangan seorang motivator muda. Pada buku tersebut ingin mengatakan bahwa kita harus menjadi ikan yang hidup, ikan yang melawan arus sungai. Arus sungai itu adalah gambaran dunia yang terus mengalir. Dalam dunia bisnis, apakah kita ingin menjadikan diri kita sebagai yang ikut arus dari dunia atau memilih melakukan sesutu yang berbeda sehingga yang berbeda itu dilihat orang dan menjadikannya sebagai suatu hal yang unik yang dapat menghasilkan sesuatu. Tetapi hal yang ingin saya tuliskan berkenaan dengan judul diatas lebih kearah implementasinya dalam perilaku kehidupan kita sehari-hari. Waktu yang berjalan cepat, dunia yang terus bergerak dan menimbulkan begitu banyak hal-hal baru. Bukan hanya hal baru tetapi kondisi lingkungan yang semakin buruk pun menjadi salah satu hal negatif yang tidak dapat kita hindari tetapi harusnya kita cegah. Kembali, bayangkan kita adalah seekor ikan yang sedang berenang di sungai. Arus sungai sendiri adalah dunia yang kian hari dapat saja mempengaruhi kita menjadi pribadi yang buruk. Ikan yang tidak dapat bertahan dalam arus sungai yang keras mungkin akan terbawa dan hanyut mengikut arus sungai dan bagi ikan yang sudah mati akan semakin cepat mereka hanyut. Kita yang digambarkan sebagai ikan harus bertahan dalam dunia ini. Bergaul adalah hal ang menyenangkan. Bergaul juga membuat kita mengenal banyak orang tetapi bergaul pun memiliki batasan yang bukan orang lain tentukan tetapi diri kita sendiri. Kita harus memandang dan berpikir bagaimana kita dapat bergaul dengan baik tetapi juga dapat menjaga diri kita sehingga kita tidak terpengaruh terhadap hal-hal yang negatif. Cara untuk memberika batasan yang jelas adalah dengan menjadikan diri kita pribadi yang mengasihi Tuhan kita dengan baik. Mengasihi Allah adalah mengikuti apa yang Tuhan printahkan dan menjauhi laranganNya sperti apa yang kita pelajari saat SD dulu. Itulah yang menjadi salah satu hal yang dapat kita pegang dalam pergaulan. Ketika kita terpengaruh ke arah yang tidak baik, cepatlah sadar karena ika kita terlalu dalam jatuh, kemungkinan untuk bangkit itu besar tetapi seberapa lama kita akan bertahan. Semuanya tergantung dari kita, jadi sebelum kita terlalu jauh melangkah, analisalah apa yang kita lakukan dan hadapi saat ini, jika baik dan positif maka lakukanlah yang terbaik dan jika tidak bahkan merusak diri kita kembalilah karena begitu banyak hal-hal positif yang telah menunggu kita dan menanti untuk kita kerjakan. Selamat menjalani hari yang baru setiap harinya. Semoga selalu terberkati dan jadi berkat. sumber gambar
. 45 7 278 222 405 16 423 391

hanya ikan mati yang mengikuti arus